SNI Berlaku Untuk Velg Mobil

Dilansir https://otomax.id/

Seiring berkembangnya jaman sudah tak heran lagi banyak orang yang beradaptasi dengan perkembanganya tersebut, terutama di dunia otomotif, tidak sedikit orang yang rela mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk memodifikasi kendaraannya agar terlihat menjadi lebih menarik.

Mereka mengubah atau yang akrab disebut memodifikasi kendaraannya sesuai dengan selera dan gaya hidupnya, dan yang cukup menonjol dalam memodifikasi mobil yaitu mengubah velg bawaan pabrik dengan velg racing dan mengganti ukuran ban agar sesuai dengan bentuk velg tersebut, terkadang dari sebagian besar orang hanya mengubah estetika kendaraannya hanya untuk begaya tanpa memikirkan tingkat keamanan dan kenyamanannya dalam berkendara.

Jika melakukan modifikasi kendaraan tanpa memikirkan tingkat dari kemampuan kendaraannya dapat menimbulkan hal yang berbahaya karena kendaraan tidak dapat dijalankan sesuai dengan fungsinya, misalnya karena velg yang terlalu besar mengakibatkan ban mobil perlu di ganti menjadi lebih besar sehingga ruang jarak antara spakbord dan ban menjadi sedikit yang berdampak kendaraan susah dibelokan dan mengakibatkan peraduan antara ban dan body.

 

Maka dari itu Pemerintah memberikan peraturan tentang Standar Nasional Indonesia (SNI) antara lain terhadap bentuk kendaraan dari sebagaimana seharusnya sesuai dengan pabrikan produksi kendaraan tersebut.

Peraturan tersebut sendiri ditetapkan melalui Peraturan Menteri Perindustrian No.59/M-IND/PER/5/2012 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) velg Kendaraan Bermotor Kategori M, N, O, dan L secara Wajib. Peraturan ini sendiri telah ditetapkan Menteri Perindustrian MS Hidayat pada 16 Mei 2012.

Adapun peraturan tersebut sekaligus mencabut peraturan sebelumnya, yaitu Permenperin No 120/M-IND/PER/11/2010 tentang Pemberlakuan SNI velg Kategori M, N, O, dan L yang telah diubah dengan Permenperin No 53/M-IND/PER/5/2011.

Bentuk bukti SNI itu seperti juga yang berlaku pada helm. Produsen maupun pengimpor wajib memberikan tanda SNI dengan cara embos, stamping, atau stiker permanen di posisi yang mudah dibaca.

Peraturan tersebut mengatur tentang standar kualitas bahan, termasuk yang terbuat dari baja atau alloy (logam campuran) dengan diameter maksimal 20 inci. Lebih jauh, belum disebutkan peraturan untuk velg dengan diameter besar (20 inci ke atas).

Menurut pembagiannya, velg kategori M1 untuk kendaraan roda empat atau lebih dengan daya muat maksimum delapan penumpang termasuk pengemudi. Adapun Kategori M2 untuk kendaraan roda empat atau lebih (tidak termasuk pengemudi) dengan bobot sampai 5 ton.

Kode M3 untuk mobil penumpang roda empat atau lebih dengan tempat duduk di atas delapan penumpang dan berbobot di atas lima ton.

Velg kategori N1 roda empat atau lebih untuk angkutan barang dengan bobot hingga 3,5 ton. Adapun velg N2 untuk angkutan barang roda empat atau lebih dan berbobot di atas 3,5 ton. Sementara N3 untuk angkutan barang roda empat atau lebih dan berbobot di atas 12 ton.

Pemerintah juga mengatur regulasi velg kategori L untuk kendaraan dengan roda kurang dari empat. Sementara itu, velg kategori O untuk kendaraan penarik gandengan atau tempel.

Wajib SNI untuk kategori M1, N1 dan L akan berlaku pada 31 Desember 2012, sedangkan kategori M2, M3, N2, N3 dan O akan berlaku pada 1 Juli 2013. Sanksi jika dalam periode itu ditemukan velg tidak memenuhi SNI Wajib adalah penyitaan dan pemusnahan.

Bagi para produsen lokal, pemerintah masih memberikan waktu untuk velg kategori M1, N1 dan L sebelum 31 Desember 2012 untuk memenuhi peraturan tersebut dan disebutkan bahwa masih dapat diperdagangkan hingga 31 Desember 2014.

“Pemberian tanda SNI dilaksanakan produsen atau pengimpor selambat-lambatnya enam bulan sejak SNI wajib ini berlaku,” tulis Menteri Perindustrian dalam peraturan tersebut. Diharapkan, penerapan SNI pada velg ini dapat membuat para konsumen terlindung dari velg impor non-standar yang bisa membahayakan.